Persepsi bahwa lulusan Teologi hanya bisa menjadi seorang pendeta atau misionaris dapat dipatahkan oleh Ary Puji Astuti, sarjana Sekolah Tinggi Alkitab Surabaya (STAS) tahun 2004. Kini, ia berhasil memperoleh gelar Magister Teknik Industri di Petra Christian University (PCU). Menariknya, ilmu sekuler yang didalami Ary itu bertolak belakang dengan gelar sarjana yang didapatkannya dahulu.
Cerita tersebut bermula ketika perempuan yang bekerja sebagai sekretaris teknik pelayaran ini ingin mengembangkan diri demi karier yang cemerlang. “Saya ingin mendalami seluk beluk ilmu manajerial dan analisis data dalam dunia teknik, karena hal itu sangat bermanfaat dan diperlukan dalam pekerjaan saya saat ini,” ungkap Ary. Dari keinginan yang baik itu, Ary berhasil menyelesaikan studinya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3.33. Perwakilan wisudawan dari Master’s Program in Industrial Engineering dalam Wisuda ke-87 itu mengambil tesis berjudul “Mengurangi Waktu Dry Dock dengan Metode Single Minute Exchange of Dies (SMED) pada Kapal Kontainer”.
Sayangnya, perjalanan dari hasil yang sangat baik itu tidak semudah yang dibayangkan. Hal itu dikarenakan latar pendidikan Ary yang tidak memenuhi syarat dari universitas. “Tidak semua kampus mau menerima mahasiswa dengan ijazah sarjana Teologi untuk masuk di Magister bidang sekuler. Di situ saya berdoa dan menantang Tuhan. Saya minta Tuhan untuk tunjukkan universitas yang mau terima ijazah Teologi untuk di bidang sekuler. Di situlah ternyata Tuhan buka jalan ke Petra Christian University,” cerita perempuan yang sudah bekerja di perusahaannya selama 13 tahun itu.
Berkat persetujuan Tuhan atas langkah yang diambilnya, Ary merasa bahwa kehidupan kuliah jenjang Magister yang ia lalui sangat dipermudah. Dimulai dari disediakannya dana yang cukup untuk bayar uang kuliah, berhasil menyelesaikan materi kuliah dengan baik, serta mendapatkan data internal perusahaan untuk subjek penelitiannya, yang bahkan dianggap sulit didapatkan oleh dosen pembimbingnya. Ia juga menyebutkan bahwa materi perkuliahan yang ia dapat selama berkuliah di Master’s Program in Industrial Engineering Petra Christian University bisa memberi dampak positif bagi perkembangan kariernya.
“Penting untuk kita mengawali segala sesuatu dengan doa terlebih dahulu. Kita perlu tanya apakah langkah yang mau kita ambil sudah seizin Tuhan atau tidak. Jika sudah seizin Tuhan, jangan khawatir akan apapun, karena Tuhan pasti akan menolong jika kita ada kesulitan,” tutupnya. (NCP/Mel)


